Tinta Ungu

Majalah Online Psikologi UIN Bandung

WORKSHOP KEPENULISAN “Menulis Kata Menjejak Fakta”

Bandung (02/03). Tintaungunews. Bidang pers mahasiswa Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Psikologi UIN Bandung menyelenggarakan workshop kepenulisan dengan tema “Menulis Kata Menjejak Fakta”. Workshop ini diselenggarakan pada hari sabtu, 02 Maret 2013, bertempat di aula STT Mandala Bandung. Pembicaranya merupakan para pakar dalam bidang jurnalistik yang telah lama berkecimpungan dalam dunia tulis-menulis yaitu Dedi Barnadi dan Arbaiyah Satriani. Peserta yang mengikuti workshop ini sekitar 30 orang karena memang workshop idealnya diikuti oleh sedikit peserta. Pesertanya bukan hanya dari mahasiswa psikologi tetapi dari berbagai jurusan lain di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.  Yang paling keren dari workshop ini adalah tanpa memungut biaya dari peserta alias gratis.

Pembicara pertama adalah kang Dedi Barnadi yang biasa disapa kang Debar, kang Debar merupakan owner suarajabar.com, salah satu portal berita online yang keberadaanya cukup populer dikalangan netter Jawa Barat. Kang Debar memaparkan tentang citizen journalism atau jurnalisme warga, dimana warga atau masyarakat bukan hanya menjadi objek pemberitaan tetapi warga juga berkontribusi memberikan informasi atau berita. Banyak kasus yang terpublikasi akibat fenomena citizen journalism ini seperti kasus konflik Ambon pada tahun 2012 yang lalu, konflik Ambon pertama kali dipublikasikan oleh seorang warga melalu twitter, kemudian kasus terorisme di Thailand yang dipublikasikan oleh seorang tukang becak melalui twitter. Selain itu kang Debar juga memaparkan tentang seluk beluk media online dan perkembangannya sampai saat ini.

Pemateri kedua yaitu Arbaiyah Satriani atau biasa dipanggil Aan, selain sebagai kontributor tempo.co ia juga menjadi dosen jurnalistik di Universita Islam Bandung (Unisba). Sejak mahasiswa Aan telah aktif dalam dunia jurnalistik yang dilanjutkan karir profesionalnya dengan menjadi wartawan surat kabar nasional Republika. Materi yang ia sampaikan lebih seputar teknis menulis, mulai dari mempelajari EYD yang sering dilupakan pada workshop-workshop jurnalistik lainnnya sampai dengan praktik menulis. Menurut Arbaiyah berbagai surat kabar memiliki aturan masing-masing dalam hal tulisan seperti penggunaan kata dan bentuk tulisan. Setelah memaparkan berbagai teori seputar ke-jurnalistikan kemudian Arbaiyah juga menjadi memandu praktik menulis, maka peserta yang ada dibentuk menjadi lima kelompok  yang mana setiap anggota kelompok ditugaskan untuk membuat tulisan dengan tema yang telah ditentukan seperti politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Acara diakhiri dengan pemberian hadiah bagi peserta yang karya tulisnya di komentari oleh Arbaiyah. Para juara ini mendapatkan hadiah berupa buku tentang ke-jurnalistikan salah satunya adalah Syifa, jurusan jurnalistik UIN SGD semester dua. “Sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan seputar kepenulisan apalagi dapet hadiah” tutur Syifa. Sekitar pukul 14.00 WIB acara ditutup secara resmi. (lnz.crot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 9, 2013 by in Uncategorized.

Follow me on Twitter

Tinta Ungu Page

Statistik Blog

  • 60,209 hits

Twitter

%d bloggers like this: