Tinta Ungu

Majalah Online Psikologi UIN Bandung

PSYCHOLOGYCAL FIRST AID (Wahyu Cahyono, M.Si )

Pembicara : Wahyu Cahyono, M.Si
(Tim Pusat Krisis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia)

Dalam masalah kesehatan mentah manusia itu terbagi dalam tiga bagian yaitu : orang yang normal secara mental atau sehat psikis, orang yang normal tetapi ada sebuah masalah yang menjadikan orang terhambat atau terganggu dalam berinteraksi dan merasakan hidupnya , dan orang yang sakit secara psikis, yaitu seperti orang yang mengalami psikosis.
Akhir akhir ini dunia mungkin sedang dilanda banyak bencana baik di darat ,laut maupun udara, begitu banyak korban yang telah terengget dalam bencana yang terjadi. Dari segi psikologis nya timbul masalah masalah yang tidak bisa di selesaikan oleh orang-orang awam. Karena trama akibat dari bencana itu mungkin tidak akan timbul langsung di rasakan oleh orang yang mengalami bencana tersebut, pada sebagian kasus ada yang berakibat langsung pada orang yang mengalami bencana. Dalam kasus penanganan masalah ini , bidang psikologi mempunyai sebuah metode untuk mengatasi masalah orang yang terkena bencana tetapi lebih bersifat penangan pertama.yang biasa di sebut PFA (psychological fist aid)
PFA di muncul pertama kali pada situasi perang dunia sedang bergejolak yaitu pada akhir tahun 70-an hingga 80-an. Pada saat itu PFA itu lebih sering menggunakan model debriefing- critical incident stress management yaitu serangkaian proses sitematis setelah kejadian dengan menggunakan konfortasi langsung pada individu untuk menceritakan apa yang mereka alami dan mereka rasakan pada konselor dan bertujuan untuk membantu mereka memahami dan memaknai apa yang terlah terjadi. Rasionalisasi nya adalah bahwa bercerita dan menghayati pada yang telah tejadi dan di ceritakan kepada orang lain akan mengurangi tekanan yang di alami oleh orang yang mengalami pristiwa tersebut.
Tetapi ada sebuah kritikan terhadap model debriefing- critical incident stress management ini, karena tidak terlalu berakibat mengurangi simtom yang muncul terkait peristiwa tramatic yang di alami nya, bahkan akan mengakibtkan re-tramatisasi. Dan dalam tahun 2000-an mulai berkembang penelitian tentang PFA ini.
Penelitian tersebut melihat bahwa faktor resiliensi membuat sebagian besar survivor/penyintas bencana tidak mengalami PTSD terkait dengan pengalaman tramatis. Pada dasarnya setiap orang yang mengalami bencana memiliki kemampuan alamiah untuk memulihkan dirinya. Survivor/penyintas adalah orang yang selamat bertahan dan dapat berbuat untuk mengtasi situasi sulit yang di alami.
PFA (psychological fist aid) pada dasar nya adalah sebuah ,metode untuk masalah bencana yang konsep nya sama seperti P3K yaitu sebuah pertolongan pertama pada orang yang mengalami bencana, dan PFA betujuan untuk mengurangi dapak negative stress dari pristiwa traumatis yang mungkin akan mengakibtakan gangguan kesehatan mental yang lebih buruk, dan menguatkan kemapuan individu untuk melakukan penyesuaian diri terhadapa situasi yang berubah, baik itu berjangka panjang atau berjangka panjang. Dan memperkuat proses pemulihan yang akan di alami orang yang mengalami traumatis
Prinsip dasar dari PFA (psychological fist aid)
Focus pada kemampuan yang dimiliki orang yang memelukan dukungan sehingga tidak menimbulkan sebuah kesalahan presepsi.
Besikap jujur, jangan menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kita penuhi, bersikap terbuka
Memberikan ‘bantuan’ sesegara mungkin langsung kepada orang yang memerlukan dukungan baik secara materi atau secara emosional (psikologis)
Memberikan sikap empati dan simpati kepada orang yang tidak mendiskrimanisai
Memberikan atau menyediakan informasi akurat dan logis tentang situasi yang ada secara jelas dan tidak melebih lebihkan
Dalam konsep PFA sendiri, pendekatan nya menggunakan pendekatan psikologi humanistic, yaitu menganggap setiap orang memiliki sebuah harapan, potensi dan di anggap orang baik .dan agar potensi itu bisa di maksimal kan dalam membantu dalam mengurangi dampak bencana tersebut dan agar individu tersebut secara aktif dapat memilih dan membuat keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya sendiri dan lingkunganya. Dalam kerangka kerja yang di gunakan saat ini khusus nya di tim pusat krisis UI mengadaptasi dari model SFA (safety, function, dan action) adapun konsep utamanya adalah :
Memenuhi rasa aman orang yang memerlukan dukungan (AMAN)
Mendorong keberfungsian optimal orang yang memelukan dukungan (FUNGSI)
Memfasilitasi tindakan orang yang memerlukan dukungan
Ketiga poin di atas dapat dijadikan sebagai suatu panduan pemberian bantuan yang standar namun tidak harus juga dilihat kaku.

Langkah dalam PFA (Psychology Fist Aid)
Langkah awal : Memahami situasi
Pertama yang harus di lakukan dalam melakukan kerang kerja dari PFA ini adalah memahami situasi sehingga orang yang akan member membantu bisa melakukan pertolongan pertama sesuai dengan situasi yang dihadapi dan tidak salah dalam bertindak.agar orang yang akan di berikan memerlukan dukungan merasa nyaman.
Langkah 1: memberikan rasa aman
Tujuan dalam langkah ini adalah mengendalikan rasa aman dan menyediakan kebutuhan dasar orang yang memerlukan dukungan, sehingga mereka bisa tepenuhi kebutuhan dasar nya seperti makanan. Langkah yang di bisa dilakukan :
Menghindari dari bahaya
Menyediakan tempat yang aman
Memenuhi kebutuhan dasar seperti makan,minum, dan pakaian
Menyediakan informasi yang dapat di pecaya
Langkah 2 : mendorong keberfungsian
Tujaun memberikan kenyamanan, menegaskan , mengupayakan kondisi yang lebih stabil pada orang yang memerlukan dukungan (jika diperlukan), langkah yang bisa dilakukan :
Berikan perhatian melalui kata-kata dan perbuatan yang tidak menyakiti atau menyingung perasaan orang yang ingin kita bantu
Menjaga keluarga penyintas agar tetap bersama dan berhubungan satu sama lain
Pertemukan kembali penyintas yang terpisah dengan keluarganya
Tanyakan pada penyintas yang terpisah adakah pihak lain yang ingin diberitahu sehubungan dengan bencana yang baru saja terjadi
Langkah 3 : membantu merencanakan tidak lanjut
Dari langkah ini berTujuan untuk mendorong orang yang memerlukan dukungan untuk terlibat dalam proses pemulihanya dan membantu menyusun rencana tidak lanjut. Langkah yang bisa dilakukan :
Mendorong orang yang memerlukan dukungan untuk kembali pada rutinitasnya
Libatkan orang yang memerlukan dukungan secara aktif dalam tugas tugas pemulihan
Dalam metode PFA perlu di sadari bahwa metode PFA adalah layanan awal dimana tidak semua masalah bisa diselesaikan secara langsung. Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk menghubungkannya ke dalam layanan lain yang lebih kolaboratif atau memberikan rujukan terhadap ahli yang bisa membantu kesembuhan traumatic

Seminar Psychologycal First Aid pada Dies Natalies ILMPI ke-2 di UIN Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 16, 2013 by in Uncategorized.

Follow me on Twitter

Tinta Ungu Page

Statistik Blog

  • 60,209 hits

Twitter

%d bloggers like this: