Tinta Ungu

Majalah Online Psikologi UIN Bandung

PSYCHOLOGICAL FIRST AID (Prof. Sarlito Wirawan Sarwono)

Pembicara : Prof. Sarlito Wirawan Sarwono

Menjadi mahasiswa Psikologi mempunyai konsekuensi tersendiri. Masyarakat umumnya tidak mengetahui apa perbedaan mahasiswa psikologi dan psikolog yang merupakan ahli atau pakar psikologi. Terkadang, masyarakat awam menganggap mahasiswa psikologi memiliki kompetensi dan kewenangan layaknya seorang psikolog. Tak jarang saat mahasiswa psikologi mengatakan bahwa dirinya belajar ilmu psikologi, lawan bicara mereka langsung menganggap mahasiswa tersebut bisa membantu masalahnya. Dalam materi ini menitikberatkan pada kapasitas mahasiswa psikologi saat menghadapi orang lain yang mengalami masalah dan biasanya adalah teman sebaya.
Kondisi saat seseorang bercerita tentang masalahnya kepada kita yang berstatus mahasiswa psikologi disebut peer counseling. Permasalahan yang dikeluhkan biasanya mengenai masalah dengan kekasih, teman lainnya, in-group dan out-group, hubungan dengan orang tua, pekerjaan, tugas dan lain sebagainya. Ada beberapa hal yang perlu ditekankan saat peer counseling terjadi, yaitu kita bukanlah seorang psikolog, sehingga kita tak dapat memberikan intervensi berlebihan untuk menyelesaikan masalah orang tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu disampaikan saat melakukan saat peer counseling, antara lain sebagai berikut :

  • Jelaskan kapasitas kita sebagai “mahasiswa psikologi”, sehingga teman kita (klien) tidak akan berharap terlalu berlebihan,
  • Jangan memaksakan diri untuk memberi solusi,
  • Hindari penilaian (judgement) apalagi menyalahkan atau menghakimi teman kita (klien),
  • Jadilah seperti cermin, agar bisa jadi refleksi untuk klien,
  • Jadilah pendengar aktif,
  • Gunakan teknik probing,
  • Bicaralah asertif, jangan menggunakan kalimat-kalimat yang membingungkan dan kata-kata terselubung,
  • Klien tidak selalu mengharap solusi, terkadang hanya ingin berbagi tentang apa yang ia rasakan.
Ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan saat menerima klien di peer counseling, berikut beberapa kiat menurut teori-teori psikologi :
Setiap orang cenderung menjaga egonya masing-masing seperti yang diungkapkan oleh Freud (defense mechanism)
Orang akan cenderung melakukan apa yang bisa menghasilkan reward. Oleh karena itu perilaku yang menghasilkan reward akan lebih kuat dan berulang. (Law of effect)
Setiap individu cenderung mencari yang dapat menyenangkannya, bukan merugikannya (Behaviorisme, Watson)
Meniru orang lain bisa menjadi salah satu penyebab seseorang berperilaku seperti sekarang (Imitasi)
IQ tidak tunggal melaikan multiple. Setiap orang mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda dalam berbagai bidang (Multiple Intelligence)
Tingkat perkembangan kognisi mengikuti perkembangan usia seseorang (Tingkat Kognisi, Piaget)
Sebagian besar manusia bermoral level 3-4 yang ditandai dengan ikut-ikutan dalam menyikapi sesuatu, hanya sebagian kecil yang mencapai level 5-6 (universal)
Bila seseorang tergabung dalam sebuah kelompok, biasanya individu tersebut lebih membela in-group atau grupnya sendiri daripada grup lain (out-group).
Targetan dari peer counseling bisa beraneka ragam, tapi yang utama adalah bantu temanmu untuk berhenti menyalahkan orang lain (Arrizqiya)

Hasil seminar Psychologycal Fist Aid pada Dies Natalies ILMPI ke-2 di UIN Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 16, 2013 by in Uncategorized.

Follow me on Twitter

Tinta Ungu Page

Statistik Blog

  • 60,209 hits

Twitter

%d bloggers like this: