Tinta Ungu

Majalah Online Psikologi UIN Bandung

Pelangi Setelah Badai


Mengapa ada manusia mengutuk badai ?

Padahal di balik amuknya, tersimpan indah dinanti
Padahal di dalam berat hatinya mendatangi bumi,
ada rindu untuk berhembus lembut

Mengapa ada manusia takut ancar-ancar badai ?

Padahal tanpa bermaksud mengejutkan, ia hanya ingin menyapa
Padahal tanpa niat melukai, ia hanya ingin mencinta

Badai mencinta dengan caranya
dengan pahit yang ia telan
dengan berat yang ia jinjing
Sendiri !

Ia hanya ingin menyatu dengan bumi
Merasakan damainya bumi, mencinta bumi
Menyelaraskan kembali bumi yang kini pilu karena manusia itu sendiri

Badai hanya datang kemudian pergi
Kemudian akan ia persembahkan untaian warna di langit

Untaian yang tak ingin lepas dari horizon
Untaian yang meninggalkan rindu di kalbu
Untaian itu …



Pelangi7

kutipan sebagai catatan : “Menerima” itu seperti menyeka kaca jendela yang basah karena hujan untuk menikmati pelangi🙂 -unknown
(nana-2009’B) ==> @rarirananakadew

3 comments on “Pelangi Setelah Badai

  1. nanna
    December 2, 2012

    itu gambar pelanginya ditaruh habis kalimat “untaian itu..”
    baru dibawahnya nama sy.

    terus paliiing bawah baru … yg kutipan oleh -unknown- sebagai catatannya.

    makasi ya🙂

    • tintaungunews
      December 7, 2012

      Ok, sudah di-edit yh…🙂

  2. Nanna
    December 17, 2012

    ok. makasii🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 1, 2012 by in Sastra and tagged , .

Follow me on Twitter

Tinta Ungu Page

Statistik Blog

  • 60,209 hits

Twitter