Tinta Ungu

Majalah Online Psikologi UIN Bandung

Struktur Manusia

Berhubungan dengan artikel sebelumnya tentang mengenali diri sendiri dari mana kita berasal dan kemana kita akan kembali. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi informasi dan wawasan mengenai struktur manusia agar kita bisa lebih mengenal, mengetahui dan memahami potensi-potensi yang Tuhan berikan kepada kita. Chekidot!!

“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam menurut citra-Nya” (H.R. Bukhari dan Ahmad)

Struktur manusia adalah struktur berbagai alam dan bagian-bagiannya. Tentu saja hal ini tidak dalam bentuk penampakannya, tapi lebih pada unsur-unsur penyusunnya, interrelasinya, dan mekanisme hukum yang berlaku di dalamnya dimana alam yang dimaksud tidak hanya meliputi alam fisik indrawi tapi juga alam-alam atas (dimensi halus).

Dalam garis besarnya, struktur manusia terdiri dari tigas aspek: Ruh (jauhar), Jiwa (‘aradh), dan Jasmani (jism).

Jasmani manusia terbentuk dari berbagai komponen dan unsur yang sanggup ‘membawa’ dan mempertahankan ruh dan jiwanya, yang kemudian menjadi suatu tubuh berpostur yang memiliki wajah, dua tangan dan kaki, serta bisa beraktivitas. Unsur-unsur jasmani tersebut adalah unsur yang sama dengan unsur makrokosmos yaitu air, udara, api dan tanah. Hal ini terlihat dari proses penciptaan Nabi Adam as yang dilukiskan melalui tahapan ath-thiin (tanah liat kering) dan shalshal (lumpur hitam) di mana kedua jenis tanah liat tersebut merupakan hasil dari perubahan empat unsur tanah, air, udara dan api.

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, ” (QS. Al-Hijr [15]: 28)

Bagi anak-cucu Nabi Adam as, proses tersebut tidak transparan lagi karena jasmani mereka terbentuk dalam rahim ibu melalui tahapan-tahapan nuthfah (sperma), ‘alaqah (segumpal darah), dan mudhghah (segumpal daging).

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. AL-Mu’minun [23] : 12-14)

Meski begitu secara hakiki jasmani anak-cucu Adam tetap berasal dari empat unsur tersebut dan akan kembali ke bentuk unsur dasar itu.

Kemudian manusia juga memiliki Ruh yang merupakan jauhar atau subtansi, yaitu yang berdiri sendiri, tidak berada di tempat mana pun dan juga tidak bertempat pada apa pun. Ruh adalah alam sederhana yang tidak terformulasi dari berbagai unsur (materi) sehingga tidak mengalami kehancuran sebagaimana benda materi. Karena itu, kematian bagi manusia sesungguhnya hanyalah kematian tubuh dimana yang hancur dan terurai kembali keasalnya adalah tubuh, sedangkan ruh tidak akan hilang dan tetap eksis.

Ruh merupakan esensi yang sempurna dan tunggal yang tidak muncul selain dengan cara mengingat, menghafal, berpikir, membedakan, dan mempertimbangkan sehingga dikatakan bahwa ia menerima seluruh ilmu. Ia mengetahui masalah-masalah yang rasional maupun yang ghaib. Dialah yang sanggup memahami, berpikir dan merespons segala yang ada; bukan tubuh maupun otak yang sebenarnya hanyalah sebentuk materi.

Jadi, hakikat (jauhar) seorang manusia adalah ruhnya. Sesuatu itu disebut jauhar bila ia merupakan substansi dari bentuk-bentuk material. Tapi meski begitu, jauhar bukanlah bagian dari alam material, artinya jauhar itu tidak terdiri dari unsur-unsur materi.

Ruh sebagai jauhar/subtansi dan jasad sebagai jism/materi. Ruh yang memiliki kehendak dan pengetahuan, sedangkan jasad bisa menjadi alat bagi ruh untuk mewujudkan suatu kehendak di alam ciptaan/materi.

Tapi ketika ruh dilekatkan pada jasad, maka muncullah kekuatan-kekuatan diri seperti penglihatan, pendengaran, gerakan, pikiran dan sebagainya sejalan dengan proses pertumbuhan manusia. Kekuatan-kekuatan yang muncul inilah yang disebut dengan jiwa (‘aradh), yang sering didefinisikan sebagai sifat dan aksiden yang mewujud seiring dengan bertemunya jauhar dan jism.

Pertemuan antara ruh dengan jasad ini sebenarnya adalah proses yang membutuhkan waktu di mana ruh yang melakukan eksplorasi terhadap jasad sehingga dari struktur alamiah jasad atau materi tersebut, ruh akan berusaha mencari suatu bakat ketika ia sanggup menguasainya. Proses alamiah yang bersifat material inilah yang menjadikan jiwa memiliki dua sisi ; positif dan negatif; yin dan yang. Satu sisi menuju alam ruh (alam tinggi, alamu’ ala) dan sisi lain menuju alam bawah (rendah, alam materi) dimana dia diperintah agar memelihara dua sisi yang saling berseberangan ini. Dari sisi yang menuju alam tinggi ia mirip dengan malaikat bahkan bisa lebih tinggi dalam berbagai keutamaan dan kedekatan dengan Tuhannya. Sedangkan sisi yang menuju alam bawah membuatnya mampu berinteraksi dengan alam bawah yang terformulasi dari unsur materi (alam fisik). Penguasaan jiwa terhadap alam materi tersebut adalah melalui tubuh fisik (jism).

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams [91]: 7-10)

 
Sumber : Achmad Taqiyudin, Lc, MA seorang Prkatisis spiritual lulusan Al-Azhar University Cairo

>>

J.A.Y HIKARI
Playing with Heart and Let’s go for action

music.my99@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 29, 2010 by in Articles.

Follow me on Twitter

Tinta Ungu Page

Statistik Blog

  • 60,209 hits

Twitter

%d bloggers like this: