Tinta Ungu

Majalah Online Psikologi UIN Bandung

Ma’rifatul Insan

Imam Ali ra., pernah berkata : “Bahwa di akhir zaman nanti, dikala kemungkaran merajalela dimana-mana maka berbahagialah orang-orang yang mengetahui dirinya, dari mana ia berasal dan kemana ia akan kembali.”

Dari pernyataan di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa orang yang mengenal diri adalah orang yang mengenal dari mana ia berasal dan kemana ia akan kembali. Setidaknya ada dua teori yang menjelaskan tentang kejadian manusia. Teori yang pertama menjelaskan bahwa manusia ada dimuka bumi ini karena kebetulan alias tidak ada yang menciptakan, tetapi secara sendirinya (Teori ini sebenarnya tidak punya landasan yang aqli apalagi naqli meskipun banyak orang di bumi ini yang memegangnya). Dan teori yang kedua menjelaskan bahwa manusia ada di muka bumi ini karena ada yang menciptakan. Bagi kita sebagai mukmin tentu sang Maha Pencipta adalah Allah SWT., tetapinya tentunya pula keyakinan ini bukanlah tanpa argument (Saat ini telah banyak kajian-kajian yang membuktikan baik secara aqli maupun naqli bahwa sang Maha Pencipta yang haq adalah Allah SWT). Orang yang meyakini bahwa penciptanya adalah Allah maka ia akan meyakini pula bahwa dirinya akan kembali kepada Allah untuk dimintai pertanggungjawabannya selama hidup di dunia ini. Allah SWT., berfirman:

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minuun [23] : 115)

Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa :
1. Pencipta kita adalah Allah SWT
2. Allah menciptakan kita tidak main-main (Ada maksud dan tujuan)
3. Kita akan dikembalikan kepada Allah SWT

Oleh karena itu kenapa Imam Ali mengatakan berbahagia kepada orang-orang yang mengenal siapa dirinya, karena ia akan hidup sesuai aturan Allah saja disebabkan ia meyakini bahwa Allah adalah penciptanya dan Allah menciptakannya untuk beribadah (Tugas kita adalah ibadah artinya taat terhadap aturan Allah), dan ia akan dikembalikan kepada Allah untuk dimintai pertanggungjawabannya mengenai tugasnya tersebut. Selamatlah (Bahagialah) orang-orang yang menjalankan tugas dan celakalah orang-orang yang melalaikan tugasnya.

Firman Allah SWT :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
(QS.Adz-Dzaariyaat [51] : 56)

>>

J.A.Y HIKARI
Playing with Heart and Let’s go for action

music.my99@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 9, 2010 by in Articles.

Follow me on Twitter

Tinta Ungu Page

Statistik Blog

  • 60,209 hits

Twitter

%d bloggers like this: