Tinta Ungu

Majalah Online Psikologi UIN Bandung

Fety Pamungkasari Mahasiswa Nomor Satu Fakultas Psikologi Periode 2010-2011

Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) adalah organisasi kemahasiswaan intra kampus yang menaungi seluruh mahasiswa se-fakultas. Dulu SMF sejajar dengan BEM Fakultas, karena adanya perubahan dari Kementrian Agama beberapa tahun lalu, sistem Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berubah menjadi sistem perwakilan, Dewan Mahasiswa (DEMA) setingkat BEM Universitas, Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) menaungi fakultas, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), menaungi jurusan.

Psikologi dengan sistem SMF baru melewati dua periode kepengurusan. Dan dengan sistem BEM sudah beberapa periode kepengurusan. Sebelumnya, Aji Muhammad Sahal (’04) merupakan ketua BEM Psikologi pada periode 2007-2008, lalu pada periode 2008-2009 sesuai keputusan Kementrian Agama seiring berubahnya menjadi SMF, terpilih Rian Hermawan (’05) sebagai Ketua SMF Psikologi yang pertama berdasarkan sistem perwakilan. Pada periode 2009-2010 terpilih Irfan Hilmi (’06) sebagai Ketua SMF Psikologi yang kedua berdasarkan sistem perwakilan.

Kini SMF Psikologi memasuki periode ketiga, baru berjalan. Berdasarkan Musyawarah Himpunan Mahasiswa (Muhima) pada tanggal 19-20 Juni 2010, berdasarkan sistem perwakilan tiap kelas dari empat angkatan terpilih Fety pemangkasari (’07) sebagai Ketua SMF Psikologi.

Tim Tintaungu sempat mewawancarai Ketua SMF Psikologi 2010-2011 disela-sela kesibukannya mengenai jabatannya sebagai mahasiswa nomor satu di Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Berikut petikan-petikan hasil wawancara Tim Tintaungu dengan Fety Pamungkasari.

(T: Tintaungu, F: Fety)

T:    Bagaimana motivasi awal saat mencalonkan diri menjadi ketua senat?

F: Motivasi awal mungkin temen-temen angkatan yang lain pun sama, sama-sama punya tujuan yang sama yaitu kita ingin sebuah perbaikan, kita ingin sebuah perubahan ke yang lebih baik, mungkin sebenernya tidak cukup percaya diri dulu teh untuk mendaftar, tapi dari hasil ngobrol-ngobrol sama beberapa temen, kenapa enggak di coba ajah gitu. Karena saya pun, saya pikir, mungkin dengan ini saya bisa ngerasain apa yang gak orang lain rasain gitu, nah mungkin disini saya bisa banyak belajar, mungkin kayak gitu. Jadi motivasinya, lebih ke ingin loh berbuat sesuatu yang lebih baik buat psikologi dan ingin juga mengembangkan diri.

T:    Visi Misi saat mencalonkan menjadi ketua?

F: Visi Misi nya sih, intinya adalah profesionalitas terus keshalihan, ya insya Allah sama dengan cinta. Dulu kan saya jargonnya itu yah make manah, maksudnya dengan hati. Da insya Allah sih kalo misalnya kita melakukan segala sesuatunya dengan hati, kita akan lakuin yang terbaik loh tanpa kita sadari. Kalo kita setengah hati ngerjainnya da kita gak akan sampe tuh ke ngasih yang terbaik.

T:    Bagaimana perasaannya saat terpilih sebagai ketua SMF?

F: Sebenernya sih bingung juga di satu sisi mungkin saya ingin buat perbaikan cuman kan temen-temen seangkatan kan cuman sedikit yah yang ikut gabung, jadi sempet punya perasaan bahwa saya gak akan sanggup nih memikul beban ini, tapi dipikir-pikir ya ini udah terjadi gak mungkin mundur kan, terus akhirnya untuk punya tim yang solid itu kan gak hanya sekedar memiliki kedekatan atau emosi, jadi saat itu sama tim formatur, saya pengen seobjektif mungkin, walaupun pada dasarnya sebenernya gak ada yang bener-bener objektif, tapi seenggaknya kita berusaha lah untuk mencapai ke arah sana. Jadi perasaannya bingung juga, kaget juga, tapi ya mencoba untuk melakukan apa yang ada dijalurnya aja. Dan banyak selentingan juga kan sebenernya ke saya, banyak selentingan bahwa nantinya saya tidak bisa bersikap netral atau lebih sayang pada kelompok tertentu. Dan itu saya buktikan lewat perekrutan bahwa ya kita memang dekat tapi ya kalo misalnya memang dia tidak bisa kerja sama. Ya kan dari instrument yang kita lakukan saat itu salah satunya kan kerja sama, kalo misalnya gak bisa kerja sama sama orang lain ya buat apa juga, kayak gitu. Jadi ya mencoba senormatif mungkin.

T:    Dengan title “UIN” dan teteh sebagai seorang perempuan yang menjadi ketua, bagaimana tanggapannya mengenai hal itu?

F: Iya sih suka banyak juga yang bilang “da di hadis mah..”. Tapi saya baca buku “Panggil Aku Kartini” itu buku inspiring sekali, jadi dulu itu kalo misalnya adat tidak mengekang seperti dulu mungkin dia udah jadi apa gitu, tapi ya karena memang budaya atau adatnya memang mengekang jadi tidak banyak yang bisa dia lakukan atau tidak banyak sebenarnya yang ingin dia lakukan, dan saya pikir sekarang jamannya sudah tidak begitu lagi, toh banyak juga pekerjaan-pekerjaan yang dalam tanda kutip pekerjaan laki-laki juga saya lakukan, jadi ya kenapa enggak ya dicoba ajah.

T:    Bagaimana tanggapan mengenai kepengurusan sekarang?

F: Untuk kepengurusan yang sekarang tanggapan fety sih positif, artinya saya berharap banyak sama kepengurusan sekarang, mudah-mudahan dengan adanya pola rekruitmen yang seperti itu, kita memasukkan orang-orang yang punya motivasi lebih untuk ada di Senat, karena belajar dari yang dulu-dulu banyak loh orang-orang yang punya kemampuan tapi mungin motivasinya kurang, jadi mudah-mudahan dengan berbagai tahapan yang kemarin sudah didapat orang-orang yang insya Allah punya motivasi tinggi yang mudah-mudahan bisa mengabdi dan mengembangkan diri di SMF

T:    Bagaimana tanggapan mengenai  program kerja setiap bidang?

F: Program kerja tidak jauh beda dengan dulu, cuman nanti temen-temen senat yang baru akan beda kemasannya, kontennya kemasannya itu akan beda. Tapi kalo benang merahnya mah sama lah kitu-kitu keneh, nah cuman harapannya adalah itu bisa dilaksanakan.

T:    Prediksi kendala yang akan dihadapi saat melaksanakan proker (program kerja) dan bagaimana cara untuk mengatasinya?

F: Hambatan-hambatan yang akan muncul itu mungkin kayak yang namanya kerja sama mah yah yang namanya komunikasi memang kemarin sudah diantisipasi dengan adanya MONTOK (salah satu acara pelatihan yang diadakan oleh SMF Psijologi) mungkin yah, tapi kenyataannya gak semuanya ikut, tapi ngefek juga loh seenggaknya temen-temen yang ikutan MONTOK kemarin itu udah pada saling kenal, itu ajah dulu yang pertama udah pada saling kenal ya lumayan. Meskipun ada beberapa temen yang enggak mungkin boboraah ikatan emosinya terjalin gitu yah kenal aja belum, ya seengaknya mungkin mudah-mudahan masalah yang itu soal komunikasi, kenal gak kenal itu sudah diantisipasi walaupun masih tetap ditakutkan.

Terus visi fety itu kan akademis, professional dan shalih tapi kan yang namanya manusia itu kan proses yah. Kalo profesionalitas, kayak banyak yang belum pernah berorganisasi sebelumnya terus yang masih takut takut buat nyebarin proposal, tapi kalo ada kemauan insya Allah ada jalan. Paling itu aja sih lebih ke profesionalitas sama team work. Terus hambatan yang lain yaitu beda pendapat tapi sama-sama gak dewasa menyikapinya, karena kan kalo sebenernya dipandang, Senat sekarang itu kan cukup dinamis juga yah, kita juga gak bisa bahwa banyak juga loh organ-organ luar yang diikuti mahasiswa otomatis beda-beda pemikiran, kayak gitu, tapi itu juga mungkin salah satu yang ditakutkan saat ada perbedaan pendapat dan temen-temen tidak dewasa menyikapinya, tapi piraku sih psikologi nya make manah, hehe

T:    Bagaimana tantangan terbesar menjadi ketua senat?

F: Tantangannya sih mungkin lebih ke diri sendiri, karena pada dasarnya tujuan SMF yang sekarang visi misi nya atau tugas amanah organisasi ini kan bukan jadi tanggung jawab Fety tapi tanggung jawab semuanya, tapi setidaknya saya tidak asa sendiri gitu. Cuman masalah yang terbesar adalah ketika saya menghadapi saya sendiri gitu, managerial saya memang belum begitu bagus, terus disiplin dirinya kadang masih kurang, kayak gitu. Mungkin lebih ke diri sendiri, susah loh membuat diri jadi panutan orang lain itu, nah itu sih sebenernya. Kalo Fety sendiri mikir ya belum bisa dibilang dan belum pantas jadi panutan orang lain sih sebenernya kayak gitu, nah jadi masih terus memperbaiki diri.

T:    Bagaimana menyatukan seluruh anggota dengan berbeda bidang?

F: Sebenernya kan nanti banyak yah acara dari bidang apa, nah nanti diharapkan semuanya ikut, dan ketika sudah nyampur mah siapa bisa bareng sama siapa, seperti itu. Yang pasti mah, pokonya kalo ada acara bidang apa, yang laen wajib nonton seperti itu.

T:    Pesan-pesan untuk pengurus SMF yang baru dan KABEMAPSI (Keluarga Besar Mahasiswa Psikologi UIN SGD Bandung)  terutama mahasiswa baru?

F:     Buat pengurus dulu mungkin yah. Buat pengurus intinya mah hayu kita sama-sama belajar, perbaiki yang salah atau perbaiki yang sekiranya ternyata itu kurang tepat, jadi sama-sama belajar dan tetep dijaga semangatnya. Terus buat anak-anak baru, selamat datang selamat menikmati dunia psikologi yang penuh teka-teki.

[Tri Rahayu Utami & Iyan Sfh/Tintaungu]

One comment on “Fety Pamungkasari Mahasiswa Nomor Satu Fakultas Psikologi Periode 2010-2011

  1. Ahmad Jauhari Zein
    November 14, 2011

    baguuuus aku suka tulisannya… titip!!! jaga KABEMAPSI. jaga ideologi yang udah dibangun bersama!!! maju terus KABEMAPSI!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 25, 2010 by in News.

Navigation

Follow me on Twitter

Tinta Ungu Page

Statistik Blog

  • 60,209 hits

Twitter

%d bloggers like this: